KISAH MALAIKAT PENJAGA 7 PINTU LANGIT

Untuk peringatan kepada kita semua:

Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Di setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu

Ibnu Mubarak mengatakan bahwa Khalid bin Ma'dan berkata kepada sahabat Mu'adz bin Jabal RA, "Ceritakanlah satu hadits yang kau dengar dari Rasulullah SAW, yang kau menghafalnya dan setiap hari kau mengingatnya lantaran saking keras, halus, dan dalamnya makna hadits tersebut. Hadits manakah yang menurut pendapatmu paling penting ?"


Mu'adz menjawab, "Baiklah, akan kuceritakan: " Sesaat kemudian, ia pun menangis hingga lama sekali, lalu ia bertutur, "hmm, sungguh kangennya hati ini kepada Rasulullah SAW, ingin rasanya segera bersua dengan beliau.."

Ia melanjutkan, "Suatu saat aku menghadap Rasulullah SAW. Beliau menunggangi seekor unta dan menyuruhku naik dibelakangnya, maka berangkatlah kami dengan unta tersebut. Kemudian beliau menengadahkan wajahnya ke langit, dan berdoa, "Puji syukur kehadirat Allah, Yang Maha Berkehendak kepada makhluq-Nya menurut kehendak-Nya."

Kemudian beliau SAW berkata, "sekarang aku akan mengisahkan satu cerita kepadamu yang apabila engkau hafalkan, akan berguna bagimu, tapi kalau engkau sepelekan, engkau tidak akan mempunyai hujjah kelak di hadapan Allah SWT.

AMAL YANG TERTOLAK

"Hai, Mu'adz! Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Pada setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu, dan tiap-tiap pintu langit itu dijaga oleh malaikat penjaga pintu sesuai kadar pintu dan keagungannya.

Maka, Malaikat hafazhah (malaikat yang memelihara dan mencatat amal seseorang) naik ke langit dengan membawa amal seseorang yang cahayanya bersinar-sinar bagaikan cahaya matahari. Ia, yang menganggap amal orang tersebut banyak, memuji amal-amal orang itu. Tapi, sampai di pintu langit pertama, berkata malaikat penjaga pintu langit itu kepada malaikat hafazhah, "Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, aku ini penjaga tukang pengumpat, aku diperintahkan untuk tidak menerima masuk tukang mengumpat orang lain. Jangan sampai amal ini melewatiku untuk mencapai langit berikutnya."

Keesokan harinya, ada lagi malaikat hafazhah yang naik ke langit dengan membawa amal shalih seorang lainnya yang cahayanya berkilauan. Ia juga memujinya lantaran begitu banyaknya amal tersebut. Namun malaikat di langit kedua mengatakan, "berhentilah, dan tamparkan amal ini ke wajah pemiliknya, sebab dengan amalnya itu dia mengharap keduniaan. Allah memerintahkanku untuk menahan amal seperti ini, jangan sampai lewat hingga hari berikutnya." Maka seluruh malaikat pun melaknat orang tersebut sampai sore hari.

Kemudian ada lagi malaikat hafazhah yang naik ke langit dengan membawa amal hamba Allah yang sangat memuaskan, dipenuhi amal sedekah, puasa, dan bermacam-macam kebaikan yang oleh malaikat hafazhah dianggap demikian banyak dan terpuji. Namun saat sampai di langit ketiga berkata malaikat penjaga pintu langit yang ketiga, "Tamparkanlan amal ini ke wajah pemiliknya, aku malaikat penjaga orang yang sombong. Allah memerintahkanku untuk tidak menerima orang sombong masuk. Jangan sampai amal ini melewatiku untuk mencapai langit berikutnya. Salahnya sendiri ia menyombongkan dirinya di tengah-tengah orang lain.

Kemudian ada lagi malaikat hafazhah yang naik ke langit keempat, membawa amal seseorang yang bersinar bagaikan bintang yang paling besar, suaranya bergemuruh, penuh dengan tasbih, puasa, shalat, naik haji, dan umrah. Tapi, ketika sampai di langit keempat, malaikat penjaga pintu langit keempat mengatakan kepada malaikat hafazhah, "berhentilah, jangan dilanjutkan. Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, aku ini penjaga orang -orang yang suka ujub (membanggakan diri). Aku diperintahkan untuk tidak menerima masuk amal tukang ujub. Jangan sampai amal itu melewatiku untuk mencapai langit yang berikutnya, sebab ia kalau beramal selalu ujub.

Kemudian naik lagi malaikat hafazhah ke langit kelima, membawa amal hamba yang diarak bagaikan pengantin wanita diiring kepada suaminya, amal yang begitu bagus, seperti amal jihad, ibadah haji, ibadah umrah. Cahaya amal itu bagaikan matahari. Namun, begitu sampai di langit kelima, berkata malaikat penjaga pintu langit kelima, "Aku ini penjaga sifat hasud (dengki, iri hati). Pemilik amal ini, yang amalnya sedemikian bagus, suka hasud kepada orang lain atas kenikmatan yang Allah berikan kepadanya. Sungguh ia benci kepada apa yang diridhai Allah SWT. Saya diperintahkan agar tidak membiarkan amal orang seperti ini untuk melewati pintuku menuju pintu selanjutnya.."

Kemudian ada lagi malaikat hafazhah naik dengan membawa amal lain berupa wudhu yang sempurna, shalat yang banyak, puasa, haji, dan umrah. Tapi saat ia sampai di langit keenam, malaikat penjaga pintu ini mengatakan, "Aku ini malaikat penjaga rahmat. Amal yang seolah-olah bagus ini, tamparkanlah ke wajah pemiliknya. Salah sendiri ia tidak pernah mengasihi orang. Apabila ada orang lain yang mendapat musibah, ia merasa senang. Aku diperintahkan agar amal seperti ini tidak melewatiku hingga dapat sampai pada pintu berikutnya."

Kemudian ada lagi malaikat hafazhah naik ke langit ketujuh dengan membawa amal seorang hamba berupa bermacam-macam sedekah, puasa, shalat, jihad, dan kewara'a. Suaranya pun bergemuruh bagaikan geledek. Cahayanya bagaikan malaikat. Namun tatkala sampai di langit yang ketujuh, malaikat penjaga langit ketujuh mengatakan, "Aku ini penjaga sum'at (ingin terkenal / Riya). Sesungguhnya orang ini ingin dikenal dalam kumpulan, kumpulan, selalu ingin terlihat lebih unggul disaat berkumpul, dan ingin mendapatkan pengaruh dari para pemimpin.. Allah memerintahkanku agar amalnya itu tidak sampai melewatiku. Setiap amal yang tidak bersih karena Allah, itulah yang disebut Riya. Allah tak akan menerima amal orang-orang yang riya."

Kemudian ada lagi malaikat hafazhah naik membawa amal seorang hamba : shalat, zakat, puasa, haji, umrah, akhlak yang baik, pendiam, tidak banyak bicara, dzikir kepada Allah. Amalnya itu diiringi para malaikat hingga langit ketujuh, bahkan sampai menerobos memasuki hijab-hijab dan sampailah kehadirat Allah.
Para malaikat itu berdiri dihadapan Allah. Semua menyaksikan bahwa amal ini adalah amal yang shalih dan ikhlas karena Allah SWT.
Namun Allah berfirman, " Kalian adalah hafazhah, pencatat amal-amal hamba-Ku. Sedangkan Akulah yang mengintip hatinya. Amal ini tidak karena-Ku. yang dimaksud oleh si pemilik amal ini bukanlah Aku. Amal ini tidak diikhlaskan demi Aku. Aku lebih mengetahui dari kalian apa yang dimaksud olehnya dengan amalan itu. Aku laknat dia, karena menipu orang lain, dan juga menipu kalian (para malaikat hafazhah). tapi Aku tak'kan tertipu olehnya.

Aku ini yang paling tahu akan hal-hal yang ghaib. Akulah yang melihat isi hatinya, dan tidak akan samar kepada-Ku setiap apapun yang samar. tidak akan tersembunyi bagi-Ku setiap apapun yang tersembunyi. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah terjadi sama dengan pengetahuan-Ku akan apa yang akan terjadi. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah lewat sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yagn akan datang. Pengetahuan-Ku kepada orang-orang terdahu-Ku sebagaimana pengetahuan-Ku kepada orang-orang yang kemudian. Aku lebih tahu atas apapun yang tersamar daripada rahasia. Bagaimana bisa amal hamba-Ku menipu-Ku. Dia bisa menipu makhluk-makhluk yang tidak tahu, sedangkan Aku ini Yang Mengetahui hal-hal yang ghaib. Laknat-Ku tetap kepadanya.
Tujuh malaikat hafazhah yang ada pada saat itu dan 3000 malaikat lain yang mengiringinya menimpali, "Wahai Tuhan kami, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami kepadanya." Maka, semua yang ada di langit pun mengatakan, "Tetapkanlah laknat Allah dan laknat mereka yang melaknat kepadanya."

TAHANLAH MULUTMU

Mu'adz pun kemudian menangis terisak-isak dan berkata, "Ya Rasulullah, bagaimana bisa aku selamat dari apa yang baru engkau ceritakan itu.?"
Rasulullah SAW menjawab, " Wahai Mu'adz, ikutilah nabimu dalam hal keyakinan.!"
Mu'adz berkata lagi, 'Wahai Tuan, engkau adalah Rasulullah. sedangkan aku ini hanyalah si Mu'adz bin Jabal, bagaimana aku dapat selamat dan terlepas dari bahaya tersebut?"

Rasulullah SAW bersabda: "seandainya dalam amalmu ada kelengahan, tahanlah mulutmu, jangan sampai menjelek-jelekkan orang lain, dan juga saudara-saudaramu sesama ulama. Apabila engkau hendak menjelek-jelekkan orang lain, ingatlah pada dirimu sendiri. Sebagaimana engkau tahu dirimu pun penuh dengan aib. Jangan membersihkan dirimu dengan menjelek-jelekkan orang lain. Jangan mengangkat dirimu sendiri dengan menekan orang lain.
Jangan Riya dengan amalmu agar diketahui orang lain. Janganlah termasuk golongan orang yang mementingkan dunia dengan melupakan akhirat. Kamu jangan berbisik-bisik dengan seseorang padahal disebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik.

Jangan takabur kepada orang lain, nanti akan luput bagimu kebaikan dunia dan akhirat. Jangan berkata kasar dalam suatu majelis dengan maksud supaya orang-orang takut akan keburukan akhlaqmu itu. Jangan mengungkit-ungkit apabila berbuat kebaikan.
Jangan merobek-robek (pribadi) orang lain dengan mulutmu, kelak kamu akan dirobek-robek oleh anjing-anjing neraka jahannam, sebagaimana firman Allah, "Wannaasyithaati nasythaa." (Di neraka itu ada anjing-anjing perobek badan-badan manusia, yang mengoyak-ngoyak daging dari tulangnya.)

Aku (Mu'adz) berkata : "Ya Rasulullah, siapa yang akan kuat menanggung penderitaan semacam ini ?"
Jawab Rasulullah SAW, Wahai Mu'adz, yang kuceritakan tadi itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh Allah SWT. Cukup untuk mendapatkan semua itu, engkau menyayangi orang lain sebagaimana engkau menyayangi dirimu sendiri, dan membenci sesuatu terjadi kepada orang lain apa-apa yang engkau benci bila sesuatu itu terjadi kepadamu.
Apabila seperti itu, engkau akan selamat, terhindar dari penderitaan itu."

Khalid bin Ma'dan (yang meriwayatkan hadits itu dari Mu'adz RA) mengatakan, "Mu'adz sering membaca hadits ini sebagaimana seringnya ia membaca Al-Qur'an, mempelajari hadits ini sebagaimana ia mempelajari Al-Qur'an dalam majelisnya."

RINGKASAN atau KESIMPULAN :

1. Allah SWT menciptakan Malaikat yang bertugas menjaga 7 pintu langit sebelum sampai langsung dihadapan singgahsanaNya.

2. Diantara Malaikat penjaga pintu itu mempunyai tugas memeriksa amalan seseorang yang dibawa oleh Malaikat Hafazhah ( malaikat pembawa catatan amalan manusia ); sebagai berikut :

A. Malaikat Penjaga Pintu Langit Pertama : Malaikat yang diperintahkan untuk tidak menerima masuk amalan orang tukang mengumpat orang lain.

B. Malaikat Penjaga Pintu Langit Kedua : Malaikat yang diperintahkan untuk tidak menerima amalan seseorang sebab dengan amalnya itu dia mengharap keduniaan bukan semata karena Allah.

C. Malaikat Penjaga Pintu Langit Ketiga : Malaikat yang diperintahkan untuk tidak menerima masuknya amalan orang yang sombong

D. Malaikat Penjaga Pintu Langit Ke-empat : Malaikat yang diperintahkan untuk tidak menerima amalannya orang -orang yang suka ujub (membanggakan diri).

E. Malaikat Penjaga Pintu Langit Kelima : Malaikat yang diperintahkan untuk tidak menerima amalannya orang-orang suka hasud kepada orang lain atas kenikmatan yang Allah berikan kepadanya.

F. Malaikat Penjaga Pintu Langit Ke-enam : Malaikat yang diperintahkan untuk tidak menerima amalannya orang-orang yang tidak pernah mengasihi orang.

G. Malaikat Penjaga Pintu Langit Ketujuh : Malaikat yang diperintahkan untuk tidak menerima amalannya orang-orang yang ingin dikenal dalam kumpulan, kumpulan, selalu ingin terlihat lebih unggul disaat berkumpul, dan ingin mendapatkan pengaruh dari para pemimpin.

3. Terlepas dari penjagaan pintu ketujuh ini , amalan akan langsung dikoreksi oleh Allah SWT . Hal ini sebagaimana Allah berfirman, " Kalian adalah hafazhah, pencatat amal-amal hamba-Ku. Sedangkan Akulah yang mengintip hatinya. Amal ini tidak karena-Ku. yang dimaksud oleh si pemilik amal ini bukanlah Aku. Amal ini tidak diikhlaskan demi Aku. Aku lebih mengetahui dari kalian apa yang dimaksud olehnya dengan amalan itu. Aku laknat dia, karena menipu orang lain, dan juga menipu kalian (para malaikat hafazhah).

4. Untuk selamat dari hal-hal diatas ; maka yang diperlukan adalah : MENJAGA MULUT sebagaimana hadist Rosululloh SAW :
Rasulullah SAW bersabda: "seandainya dalam amalmu ada kelengahan, tahanlah mulutmu, jangan sampai menjelek-jelekkan orang lain, dan juga saudara-saudaramu sesama ulama. Apabila engkau hendak menjelek-jelekkan orang lain, ingatlah pada dirimu sendiri. Sebagaimana engkau tahu dirimu pun penuh dengan aib. Jangan membersihkan dirimu dengan menjelek-jelekkan orang lain. Jangan mengangkat dirimu sendiri dengan menekan orang lain.

Jangan Riya dengan amalmu agar diketahui orang lain. Janganlah termasuk golongan orang yang mementingkan dunia dengan melupakan akhirat. Kamu jangan berbisik-bisik dengan seseorang padahal disebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik.

Jangan takabur kepada orang lain, nanti akan luput bagimu kebaikan dunia dan akhirat. Jangan berkata kasar dalam suatu majelis dengan maksud supaya orang-orang takut akan keburukan akhlaqmu itu. Jangan mengungkit-ungkit apabila berbuat kebaikan.

Jangan merobek-robek (pribadi) orang lain dengan mulutmu, kelak kamu akan dirobek-robek oleh anjing-anjing neraka jahannam, sebagaimana firman Allah, "Wannaasyithaati nasythaa." (Di neraka itu ada anjing-anjing perobek badan-badan manusia, yang mengoyak-ngoyak daging dari tulangnya.)

Aku (Mu'adz) berkata : "Ya Rasulullah, siapa yang akan kuat menanggung penderitaan semacam ini ?"
Jawab Rasulullah SAW, Wahai Mu'adz, yang kuceritakan tadi itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh Allah SWT. Cukup untuk mendapatkan semua itu, engkau menyayangi orang lain sebagaimana engkau menyayangi dirimu sendiri, dan membenci sesuatu terjadi kepada orang lain apa-apa yang engkau benci bila sesuatu itu terjadi kepadamu.
Apabila seperti itu, engkau akan selamat, terhindar dari penderitaan itu.

5. Sebagai anjuran : "Mu'adz sering membaca hadits ini sebagaimana seringnya ia membaca Al-Qur'an, mempelajari hadits ini sebagaimana ia mempelajari Al-Qur'an dalam majelisnya."
Demikianlah tulisan ini , semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dalam menjalani kehidupan didunia ini….

FoR My FuTuRe WiFe

So, wahai my future wife(s)

I don't know who the hell are you and I have no idea where you are right now. But one day, bila kita dah berjumpa, I harap you mampu terima I seadanya seperti mana I akan terima you dan diri you sebenarnya. Lagi pun, I tahu yang you ni memang comel. Dan baik. Dan rajin. Dan alim. Dan cun.

I berharap bila I check facebook you nanti, you tidak letak banyak gambar you yang daring-daring kat facebook. Sebab, setahu I, kalau perempuan tu comel, mesti nak tunjukkan ke seluruh dunia. Macam lah dia sorang je yang comel. I comel tak ada pun letak gambar kat facebook tunjuk ke seluruh dunia. Boleh je hidup. Ehem.

Serta, gambar di facebook tu, jangan lah nak dedah sana dedah sini. Malu I. You pun tau kan, perempuan ni ibarat cokelat Ferrero Rocher. Bila berbalut dengan pembalut, even cokelat tu jatuh kelantai pun orang still nak. Tapi kalau dah tak berbalut, bila jatuh ke lantai, semua buat dono. Ada tu, kalau boleh, ada yang nak pijak lagi. You pun tak nak kena pijak kan?

Lagi pun, you tahu, tak ada lelaki di dunia ni yang nak kahwin dengan perempuan yang seksi meksi.

My future wife(s),

I tak tahu pasal masa depan I. I tak tahu berapa banyak duit yang I akan ada. So, dengan kata lain, I mungkin tak akan mampu kasi rumah 10 tingkat kat you. I juga mungkin tak mampu kasi you 10 emas intan berlian. Harap you tak kisah dengan diri I yang tak beharta ni. Tapi kalau setakat kasi you 20 hingga 30 anak tu, I okay je. Dalam tiga tahun, kita mungkin akan ada 2 anak. Tapi tu tak termasuk yang kembar tau.

Bila kita ada rumah nanti, I tak kisah kalau you nak bekerja. Tapi lagi bagus kalau you duduk je rumah jaga I. I bukan mintak di layan bagai raja. Tapi kalau I balik dari kerja tu, apa salahnya tanggalkan stokin I, urut bahu I, sediakan minum-minum I. Tapi kalau you tak nak buat, tak apa. I boleh tambah lagi 1 (cukup 2). Lagi pun, bila I tambah lagi 1, kurang la sikit beban you. See? I memang prihatin.

Hmm. You tau, I tak mengharapkan yang you adalah gadis lemah lembut dan ikut semua kata I. Kalau you boyish sikit pun apa salahnya. Aggressive itu menarik. Kalau boleh, lebihkan kat bahagian mengada-ngada dan keras kepala you tu. I suka. Senang la I nak ajak bergaduh kalau macam tu. Sebab kalau di ikutkan, I tak suka perempuan yang lemah lembut sangat. Nanti tak meriah rumah tangga. So kalau skali skala bergaduh, best juga kan? Lagi pun, kita gaduh siang-siang je, bila dah nampak katil di malam Jumaat, kita berbaik lah. Tambahan pula, bagi kita, setiap malam kan malam Jumaat.

My future wife (s),

You, I harap you reti memasak. You mesti reti memasak. Apa? Tak salah kalau perempuan tak reti masak? Ya. Memang tak salah. I tak kata pun salah. Tapi jangan salahkan I kalau I tambah lagi 1 isteri (cukup 3) sebab yang satu dan dua tak reti masak nak buat macam mana kan? Okay tak-tak. I tak nak bini 2,3,4. Banyak sangat. bukan tak mampu. Tapi... Ehem.

Actually, I bukan mintak you masak macam makan kat hotel. Asalkan you reti masak yang simple-simple sudah lah. You tau, air tangan masakan isteri lah yang buat si suami setia. Lagi pun, tak akan setiap hari kita nak makan kat restoran kan? Kalau setiap hari makan kat restoran, baik I kahwin je dengan mak cik tukang masak tu. Ye tak? You pun tak nak kan I tambah lagi satu (cukup 4) kan?

I harap you reti jaga diri sebelum jumpa I. Kalau boleh, jangan couple banyak-banyak. Tak pernah couple lagi bagus. Tapi kalau dah couple tu, jangan buat yang bukan-bukan dengan boyfriend you. Bila dating tu, jangan nak mengada-ngada keluar berdua. Boyfriend you tu bukan boleh percaya sangat. Kebanyakkanya adalah buaya. Sebab kalau dah lelaki, mesti bermulut manis. Boys, their mouth is bull****. So, don't trust them.

Akhir kata dari I, bila kita kahwin nanti, you masak, I makan. I imam, you makmum. I baca doa, you aminkan. You merajuk, I pujuk. Perfect, kan? So cepat lah cari I. I takut lah nak cari 'you'. Takut tersalah pilih perempuan lain. You pun mesti tak nak jadi isteri ke dua I kan

p/s:     ni saya dapat dalam group in facebook.. mungkin ayatnyer slumber tetapi tersirat seribu satu nasihat di sebaliknya….                                                                                                  


IF U LoVe SoMeoNe

"Kadang2 ALLAH sembunyikan matahari,
Kita menangis dan tertanya-tanya,
Kemana hilangnya sinar..
Rupa-rupanya
ALLAH nak hadiahkan kita pelangi"

Alhamdulillah, ALLAH ilhamkan saya untuk menukilkan sedikit perkongsian kali ini dengan mendatangkan seorang sahabat siang tadi dengan satu soalan, "kak, mcmana ye.. Tetibe saya rasa ada minat pada seorang ustaz di sini... Saya dah cuba buang perasaan tu, tp tetap ada.. saya dah cuba basuh perasaan tu dengan zikrullah, namun makin ingat pula.. Entah-entah memang ustaz tu jodoh saya kot kak...........? Ke mcmana?......"

Allah... Jenuh juga saya nak beri jawapan yang terbaik untuk si adik ni, memandangkan bukan calang-calang orang si adik yang bertanya ni.. Manalah tahu, entah-entah nak menguji ILMU saya tentang cinta ni.. Namun, saya cuba jawab dengan setakat ILMU yang saya ada..

Firstly, saya kata padanya.. "Jika jatuh hati pada seseorang, mintalah kepada ALLAH yang mencipta diri kita ni.. Kerana apa? Kerana orang yang kita jatuh hati itu juga adalah makhluk ALLAH.. ALLAH berhak untuk menjadikan makhlukNYA suka atau tidak.... Dan ALLAH juga lebih mengetahui setiap sesuatu itu untuk hambaNYA.."

Harap2 si adik ni fahamlah ape yg saya nak sampaikan..

Namun, dia persoalkan kembali, "....tapi kak, saya dah buat istikharah, & memang nampak ustaz ni dalam doa saya.. Saya rasa macam nak direct jela dengan ustaz tu, takut orang lain sambar dulu nanti...tapi, kawan dulu lah, sebab saya lambat lagi nak habis belajar ni.. Cuma, saya takut dia kahwin dengan orang lain nanti.."

Errkkkk *_*

Allahuakbar, istiqfar panjang saya dalam hati. ... "dik, hebat sangat ke ustaz tu? Sehinggakan perlu nak direct tanpa berfikir panjang ni?.........."

"EH, boleh la kak, dah lah baik, suka senyum pula tu, pandai, pakai kopiah 24 jam & mcm2 lah lagi kak. Tapi kak, jangan risau, saya bukan nak suka main2, saya serius ni.. Mungkin dia boleh membimbing saya untuk jadi yang lebih terbaik lagi...."

OHHH.. saya pegang bahunya, " Dik, jatuh cinta perkara biasa kerana kita semua ada perasaan. Apabila kita jatuh cinta pada seseorang, itu tandanya ada sesuatu keistimewaan pada seseorang itu. Macam adik cakap tadilah, ustaz tu suka senyum, pandai.. Apatah lagi, jika kita jatuh cinta di atas jalan dakwah ini.. Tapi dik, kita kena ingat, kita tidak akan dikahwinkan dengan seseorang atas sebab jatuh cinta atau saling cinta mencintai.. Hurm, bercouple mungkin.. Tapi bukan berkahwin.. Kerana apa? Kerana kita berkahwin dengan jodoh kita, yakni jodoh yang ALLAH dah tetapkan sejak azali lagi.. Dan kalau adik nak tahu, tak mustahil orang yang paling kita benci tulah jodoh kita nanti......"

Si adik itu terdiam, membisu sepi.. Seolahnya sedih..

[Maafkan diri ni mungkin tak dapat memberi satu jawapan positif untuk dirimu, Namun percayalah, atas rasa kasih sayang, aku kongsi semua ini dengan dirimu..Kita adalah mawar-mawar acuan Islam, Indahnya wanita ini jika dipelihara sebaik mungkin]

"Adik okey? Hurm........" "Kalau mcmtu kak, ALLAH tu tak Maha Adil la. Tak kan lah nak kahwin dengan orang yang kita benci.. Kalau betul nak pelihara keharmonian rumah tangga, bagi jela kita kahwin dengan orang yang kita suka..........."

Wahh, marah sungguh si comel ini.. Agaknya, memang minat sungguh kot pada si lelaki tu..

"Adik silap, ALLAH itu Maha Adil.. Dah cukup adil sangat.. DIA tidak pernah menzalimi hamba-hambaNYA.. Sebenarnya, yang selalu menzalimi hambaNYA adalah diri hamba itu sendiri.. Kerana apa? Kerana, hamba itu degil.. Dia nak sesuatu yang bukan haknya, yang bukan milik dia.. Dik, mencintai seseorang itu tidak semestinya memilik..."

"Okey lah, jawapan akak tu betull.. Tapi kak, saya dah buat istikharah, & nampak wajah ustaz tu setiap kali dalam doa saya... Baik saya tak payah buat istikharah, baik tunggu kat rumah je, ada orang masuk meminang, haa terime je..!!"

Alahai, comeinya dia marah hanya kerana isu istikharah (^_^) Hurm budak ni lah....

"....yeee betul.. Bagus adik selesaikan masalah ni dengan istikharah.. Namun, andai belum tiba jodohmu, teruskan lah berdoa.. Tak salah jika jatuh hati pada seseorang, kerana kita insan biasa, punya hati & perasaan.. Usaha adik skrg ni, berdoa dan teruskan berdoa.. Berdoa setiap waktu solat, supaya ALLAH takdirkan jodoh adik dengan dia.. Percayalah, dengan doa juga, takdir kita mampu berubah.. Dik, walau siapapun jodoh yang ALLAH hantarkan untuk diri kita, terimalah dengan hati yang redha.. Tak mustahil dia adalah orang yang kita benci.. Mungkin kita benci dengan kelemahan dia, yelah, manalah tahu nanti adik akan dapat jodoh dengan orang yang senyuman tak manis, kurang pandai ke, jarang pakai kopiah ke.. Hurm, adik kena ingat, dalam diri setiap insan ni telah ALLAH ciptakan dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.. dan mungkin pada diri adik ada kekuatan yang dapat mengubah si lelaki tadi supaya hidup dia lebih bermakna dan mungkin diri adik sahaja yang mampu mencungkil kelebihan yang ada pada dia.. Haaa, dan lagi satu, mungkin juga si lelaki ni ada sesuatu kelebihan yang adik sangat-sangat perlukan yang satu dunia pun tak mampu nak beri pada adik........Kan?"

Dia termenung panjang, lalu, menitik setitik demi setitik air di pipinya.. Terus memeluk aku, "Kak.....sy percaya dengan setiap apa yang akak katakan.. Saya tahu aturan ALLAH itu yang terbaik.. Tapi kak, saya rasa sedih sangat...............kalau ustaz tu dengan orang lain nantii.. Saya tak pernah ada rasa seperti ini pada mana-mana lelaki sebelum ni....Dia cinta pandang pertama saya kak..!"

Fuhhh! cinta pandang pertama rupanya.. (^_^) Alahai, saya memahami apa yang si adik ini rasa.. Akhirnya, saya sekadar mampu memberi pendapat yang terakhir..

"Dik, dalam Islam ada taa'ruf yang ada sempadan.. Islam mengajar kita supaya serasi dengan kehendak Tuhan, bukan dengan kehendak pasangan.. Teruskanlah beristikharah, teruskanlah berdoa.. Andai ia memang jodoh yang terbaik untukmu, percayalah, ALLAH pasti permudahkan urusanmu.."

Katakan TIDAK pada cinta yang bukan HALAL

Dia mengangguk sambil tersenyum, walaupun senyumannya agak hambar, namun saya mengharap dia mengerti setiap apa yang saya cuba sampaikan.. Sebelum berpisah, saya berikan satu doa padanya, untuk diamalkan pada setiap waktu solat...

Ya ALLAH,
Aku suka orang ini..
Kalaulah dia ini betul2 pilihan yang tepat untu aku
dunia & akhirat
Pertemukanlah jodoh kami
Jadikanlah dia suami ku
Namun
Andai bukan yang terbaik untukku
Maka Ya ALLAH
Elakkanlah
AMEEN
tarianpenaaz-zukruf.blogspot.com
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kalamul Hikmah

"Hidupnya Jiwa Adalah Kerana ILMU, Maka Rebutlah ILMU, Matinya Jiwa Adalah Kerana Kejahilan, Maka,Hindarilah Kejahilan. Biar Zaman Berubah, Tetapi Hati tidak Goyah, Silakan Masa Berganti, Tetapi Keyakinan Jangan Mati, Ia adalah Intan Paling Mahal, Berharga dan Permata Penyeri Jiwa.
Jaga Iman Kukuhkan Hati Demi Islam yang Hakiki..."