Memaparkan catatan dengan label TAULADAN. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label TAULADAN. Papar semua catatan

FoR My FuTuRe WiFe

So, wahai my future wife(s)

I don't know who the hell are you and I have no idea where you are right now. But one day, bila kita dah berjumpa, I harap you mampu terima I seadanya seperti mana I akan terima you dan diri you sebenarnya. Lagi pun, I tahu yang you ni memang comel. Dan baik. Dan rajin. Dan alim. Dan cun.

I berharap bila I check facebook you nanti, you tidak letak banyak gambar you yang daring-daring kat facebook. Sebab, setahu I, kalau perempuan tu comel, mesti nak tunjukkan ke seluruh dunia. Macam lah dia sorang je yang comel. I comel tak ada pun letak gambar kat facebook tunjuk ke seluruh dunia. Boleh je hidup. Ehem.

Serta, gambar di facebook tu, jangan lah nak dedah sana dedah sini. Malu I. You pun tau kan, perempuan ni ibarat cokelat Ferrero Rocher. Bila berbalut dengan pembalut, even cokelat tu jatuh kelantai pun orang still nak. Tapi kalau dah tak berbalut, bila jatuh ke lantai, semua buat dono. Ada tu, kalau boleh, ada yang nak pijak lagi. You pun tak nak kena pijak kan?

Lagi pun, you tahu, tak ada lelaki di dunia ni yang nak kahwin dengan perempuan yang seksi meksi.

My future wife(s),

I tak tahu pasal masa depan I. I tak tahu berapa banyak duit yang I akan ada. So, dengan kata lain, I mungkin tak akan mampu kasi rumah 10 tingkat kat you. I juga mungkin tak mampu kasi you 10 emas intan berlian. Harap you tak kisah dengan diri I yang tak beharta ni. Tapi kalau setakat kasi you 20 hingga 30 anak tu, I okay je. Dalam tiga tahun, kita mungkin akan ada 2 anak. Tapi tu tak termasuk yang kembar tau.

Bila kita ada rumah nanti, I tak kisah kalau you nak bekerja. Tapi lagi bagus kalau you duduk je rumah jaga I. I bukan mintak di layan bagai raja. Tapi kalau I balik dari kerja tu, apa salahnya tanggalkan stokin I, urut bahu I, sediakan minum-minum I. Tapi kalau you tak nak buat, tak apa. I boleh tambah lagi 1 (cukup 2). Lagi pun, bila I tambah lagi 1, kurang la sikit beban you. See? I memang prihatin.

Hmm. You tau, I tak mengharapkan yang you adalah gadis lemah lembut dan ikut semua kata I. Kalau you boyish sikit pun apa salahnya. Aggressive itu menarik. Kalau boleh, lebihkan kat bahagian mengada-ngada dan keras kepala you tu. I suka. Senang la I nak ajak bergaduh kalau macam tu. Sebab kalau di ikutkan, I tak suka perempuan yang lemah lembut sangat. Nanti tak meriah rumah tangga. So kalau skali skala bergaduh, best juga kan? Lagi pun, kita gaduh siang-siang je, bila dah nampak katil di malam Jumaat, kita berbaik lah. Tambahan pula, bagi kita, setiap malam kan malam Jumaat.

My future wife (s),

You, I harap you reti memasak. You mesti reti memasak. Apa? Tak salah kalau perempuan tak reti masak? Ya. Memang tak salah. I tak kata pun salah. Tapi jangan salahkan I kalau I tambah lagi 1 isteri (cukup 3) sebab yang satu dan dua tak reti masak nak buat macam mana kan? Okay tak-tak. I tak nak bini 2,3,4. Banyak sangat. bukan tak mampu. Tapi... Ehem.

Actually, I bukan mintak you masak macam makan kat hotel. Asalkan you reti masak yang simple-simple sudah lah. You tau, air tangan masakan isteri lah yang buat si suami setia. Lagi pun, tak akan setiap hari kita nak makan kat restoran kan? Kalau setiap hari makan kat restoran, baik I kahwin je dengan mak cik tukang masak tu. Ye tak? You pun tak nak kan I tambah lagi satu (cukup 4) kan?

I harap you reti jaga diri sebelum jumpa I. Kalau boleh, jangan couple banyak-banyak. Tak pernah couple lagi bagus. Tapi kalau dah couple tu, jangan buat yang bukan-bukan dengan boyfriend you. Bila dating tu, jangan nak mengada-ngada keluar berdua. Boyfriend you tu bukan boleh percaya sangat. Kebanyakkanya adalah buaya. Sebab kalau dah lelaki, mesti bermulut manis. Boys, their mouth is bull****. So, don't trust them.

Akhir kata dari I, bila kita kahwin nanti, you masak, I makan. I imam, you makmum. I baca doa, you aminkan. You merajuk, I pujuk. Perfect, kan? So cepat lah cari I. I takut lah nak cari 'you'. Takut tersalah pilih perempuan lain. You pun mesti tak nak jadi isteri ke dua I kan

p/s:     ni saya dapat dalam group in facebook.. mungkin ayatnyer slumber tetapi tersirat seribu satu nasihat di sebaliknya….                                                                                                  


A story about a Muslim Marriage meeting


Once there was a very handsome, pious, well educated young man, whose parents emphasised for him to get married. they had seen so many marriage proposals, and he had turned them all down. The parents thought it was becoming a little ridiculous or suspected that he may have someone else in mind.
However every time the parents left the girls house, the young man would always say ‘she’s not the one!’

The young man only wanted a girl who was religious and practicing, however one evening his mother arranged for him, to meet a girl, who was religious, and practicing.
On that evening, the young man, and girl, were left to talk, and ask each other questions. (As one would expect).
The young man, being a gentleman that he was allowed, the lady to ask first.
The young girl asked the young man so many questions, she asked about his life, his education, his friends, his family, his habits, his hobbies, his lifestyle, his enjoyment, his pastimes and his experiences.
The young man replied to all of her questions, without tiring, and politely, with a smile the young girl took up nearly all of the time, over an hour, and felt bad, and asked the young man do you have any questions?
The young man said, it’s ok. I only have 3 questions…
The young girl thought, wow, only 3 questions okay, shoot.
The young man’s first question was,
Who do you love the most in the world, someone who’s love nothing would ever overcome?
She said, this is an easy question; my mother, he smiled
second question, he asked, you said that you read a lot of Qur’an, could you tell me which Surahs you know the meaning of?

Hearing this she went red and embarrassed and said, I do not know the
meaning of any yet, but I am hoping to soon insha’allah I’ve just been a bit busy.
The third question the young man asked, was I have been approached for my hand in marriage, by girls that are a lot more prettier than you, why should I marry you?
Hearing this the young girl was outraged, she stormed off to her parents with fury, and said I do not want to marry this man he is insulting my beauty and intelligence.
And the young man and his parents, were once again, left without an agreement of marriage.

This time, the young mans parents were really angry, and said what did you do to anger that girl, the family were so nice, and pleasant and they were religious like you wanted. What did you ask the girl?? Tell us!
The young man said, firstly I asked her, who do you love the most? she said, her mother,
The parents said so, what is wrong with that??
The young man said, ‘no one, is Muslim, until he loves Allah, and his messenger (saw) more than anyone else in the world’
If a woman loves Allah and the Prophet (pbuh) more than anyone, she will love me and respect me, and stay faithful to me, because of that love, and fear for Allah (swt). and we can share this love, because this love is greater than lust for beauty.
The young man said, then I asked, you read a lot of Qur’an, can you tell me the meaning of any Surah?
And she said no, because I haven’t had time yet. so I thought of that hadith ‘ALL humans, are dead except for those who have knowledge’
She has lived 20 years and not found ANY time, to seek knowledge, why would I marry a woman, who does not know her rights, and responsibilities, and what will she teach my children, except how to be negligent, because the woman IS the madrasa (school) and the best of teachers.
And a woman who has no time for Allah, will not have time for her husband.
The third question I asked her was, that a lot of girls, more prettier than her, had approached me for marriage, why should I choose you?
That is why she stormed off, getting angry.

The young man’s parents said that is a horrible thing to say, why would you do such a thing, we are going back there to apologise.
The young man said I said this on purpose, to test whether she could control her anger.
The Prophet (saw) said ‘do not get angry, do not get angry, do not angry’ when asked how to become pious; because anger is from Satan.
If a woman cannot control her anger with a stranger she has just met, do you think she will be able to control it with her husband??

So, the moral of this story is, a marriage is based on,
knowledge, not looks,
practice, not preaching,
Forgiveness, not anger,
spiritual love, not lust.
and compromise

One should look for a person who
1) Has love for Allah (swt) and the messenger (saw)
2) Has knowledge of the deen, and can act upon it.
3) can control her anger and another important and crucial factor. that she be
4) willing to compromise.
And it goes both ways, so women seeking a man, should look for the same things.
Insha’allah, may Allah make every marriage a success, and let us create Love for Allah and his messenger(saw) so that Allah can bless us, and create love in our lives.

Our beloved prophet (may peace be upon him) said
  There is no better structure founded in Islam other than marriage.

KEYAKINAN YANG MEMBAWA KECINTAAN


    Di waktu Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam sedang asyik bertawaf di Ka'bah, beliau mendengar seorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: 'Ya Karim! Ya Karim!' Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam menirunya membaca 'Ya Karim! Ya Karim!' Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka'bah, dan berzikir lagi: 'Ya Karim! Ya Karim!' Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam yang berada dibelakangnya mengikuti zikirnya 'Ya Karim! Ya Karim!'

Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh kebelakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata: 'Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkan ku, karena aku ini adalah orang Arab Badui? Kalaulah bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.'

Mendengar bicara orang Badui itu, Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam tersenyum, lalu bertanya: 'Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?''Belum,' jawab orang itu. 'Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?' 'Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan saya membenarkan putusannya sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,' kata orang arab Badui itu pula.

Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam pun berkata kepadanya: 'Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!' Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.'Tuan ini Nabi Muhammad?!''Ya,' jawab Nabi sollallahu `alaihi wassalam. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam.

Melihat hal itu, Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: 'Wahai orang Arab! Janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, ALLAH mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita ancaman bagi yang mengingkarinya.'

Ketika itulah, Malaikat Jibril `alaihi salam turun membawa berita dari langit dia berkata: 'Ya Muhammad! Rabb As-Salam (puncak keselamatan) menyampaikan salam kepadamu dan bersabda: Katakanlah kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih ALLAH. Ketahuilah bahwa ALLAH akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!'. Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi.

Orang Arab itu pula berkata: 'Demi keagungan serta kemulian ALLAH, jika ALLAH akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNYA!' kata orang Arab badui itu. 'Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan ALLAH?' Rasulullah bertanya kepadanya. 'Jika ALLAH akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa besar maghfirahNYA,' jawab orang itu. 'Jika DIA memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunanNYA. Jika DIA memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawananNYA!'.

Mendengar ucapan orang Arab Badui itu, maka Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badui itu, air mata beliau meleleh membasahi janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril `alaihi salam turun lagi seraya berkata: 'Ya Muhammad! Rabb As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sungguh karena tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Nah katakan kepada temanmu itu, bahwa ALLAH tak akan menghisab dirinya, juga tak akan memperhitungkan kemaksiatannya. ALLAH sudah mengampuni semua kesalahannya dan ia akan menjadi temanmu di surga nanti!' Betapa sukanya orang Arab badui itu, apabila mendengar berita tersebut. Ia lalu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.

Santapan Nurani

Moga-moga cerita ini mampu memberi pengajaran kepada kita semua

   Di suatu masa dahulu, terdapat seorang alim ulamak yang tersohor kerana ilmu dan amalannya. Beliau adalah seorang penghafal Al-Quran dan juga penghafal beribu - ribu hadith sahih semenjak kecil lagi. Dan semenjak kecil lagi,beliau telah di hantar oleh kedua ibu dan bapanya untuk menuntut di Mekkah dan Madinah selama berpuluh tahun lamanya. Bapanya juga adalah seorang alim ulamak yang pernah mengembangkan agama Islam sampai ke negara selatan Siam.

    Mengikut ceritanya, bapanya adalah orang pertama di zaman moden ini yang bukan daripada warga Arab Saudi diberi penghargaan mengimamkan solat fardhu di Masjidil Haram, Mekkah. Nak dijadikan cerita, pada suatu masa, alim ulamak tersebut telah jatuh sakit lalu tidak dapat untuk mengimamkan solat fardhu di suraunya.

   Maka tiba - tiba datanglah seorang yang berpakaian buruk (seolah - olah kelihatan tidak siuman) sejurus sebelum solat fardhu di laksanakan. Alim ulamak tersebut telah meminta supaya orang yang berpakaian buruk tersebut untuk menggantikannya menjadi imam! Setelah solat fardhu selesai, maka orang yang berpakaian buruk tersebut telah memohon untuk mengundur diri. Kelihatan senyuman terukir pada wajah murid - murid alim ulamak tersebut kerana semasa sembahyang fardhu tadi, orang yang berpakaian koyak tersebut tidak membaca surah fatihah dan surah yang lain dengan tajwid yang betul.
Mereka tidak biasa dengan keadaan sebegitu kerana guru mereka, yaitu alim ulamak tersebut, adalah seorang yang fasih dalam berbahasa arab serta mempunyai bacaan tajwid yang sungguh baik sekali (maklumlah seorang al-hafiz dan sudah berpuluh tahun belajar di Mekkah).

   Maka alim ulamak tersebut telah bersalaman dan berpelukan dengan orang yang berpakaian buruk tersebut sebelum orang yang berpakaian buruk meninggalkan surau. Setelah itu, alim ulamak memanggil keseluruh muridnya berkumpul di hadapannya lalu beliau telah bercerita :

   Pernah berlaku di suatu kampung di timur tengah dimana terdapat seorang pengembala kibas yang sangat alim, sangat suka merendahkan diri dan suka menolong penduduk kampung sekiranya di minta pertolongan. Cuma yang peliknya, ternakan kibasnya yang di kurung di dalam sebuah kandang yang serdehana besar itu tidak pernah luak walau banyak mana sekalipun orang datang untuk membeli kibas daripadanya. Belilah sampai seratus ekor sekalipun, setelah kibas-kibas tersebut di bawa keluar daripada kandang, yang tinggal di dalam kandang tetap kelihatan sama banyak bilangannya seperti sebelum seratus ekor di bawa keluar daripada kandang!

   Maka seluruh alim ulamak penduduk kampung telah beranggapan bahawa pengembala kibas tersebut adalah seorang aulia' Allah dan mereka telah bermuafakat untuk pergi berjumpa dengan pengembala kibas tersebut dan memohon supaya dia mengimamkan solat dimasjid kerana mereka mahu mengambil berkat menjadi makmum kepada pengembala kibas tersebut.

   Hasrat mereka telah di persetujui oleh pengembala kibas. Sembahyangpun di laksanakan di masjid, dan pengembala kibas telah menjadi imam. Malangnya, semasa membaca surah fatihah dan surah berikutnya, bacaan beliau tidak sempurna tajwidnya. Maka setelah selesai sembahyang, seluruh penduduk kampung telah pulang kerumah masing - masing sambil ketawa terbahak
- bahak kerana mereka berfikiran bahawa tanggapan mereka terhadap pengembala kibas sebelum ini sebagai aulia' Allah telah jauh meleset.

   Pada malam tersebut, seluruh alim ulamak penduduk kampung telah bermimpi, dan mereka mendapat mimpi yang sama. Datang seorang lelaki yang tinggi dan kacak di dalam mimpi mereka dan lelaki tersebut telah mengatakan bahawa seumur hidup mereka bersembahyang, itulah baru kali pertamanya sembahyang mereka telah diterima Tuhan! Subhanallah!
 
   Keesokan harinya, kesemua alim ulamak penduduk kampung berkumpul dimasjid untuk menunaikan sembahyang subuh dan setelah selesai sembahyang subuh mereka terus menuju ke kandang pengembala kibas. Malangnya, pengembala kibas telah tiada, kandang dan kibasnyapun telah tiada. Bekas kandangpun tiada, seolah - olah kandang kibas tidak pernah wujud!

   Setelah selesai menceritakan kisah pengembala kibas, maka kebanyakan anak muridnya telah menangis kerana mereka tahu mereka telah membuat kesalahan kerana telah mendahalui Allah dengan merendahkan amalan makhluk Allah yang lain, sedangkan mereka sendiri tidak tahu akan kedudukan mereka di sisi Allah.

Allah Ta'ala telah berfirman yang sekira - kira bermaksud :

"Janganlah engkau semua melagak - lagakkan dirimu sebagai orang suci. Allah adalah lebih mengetahui kepada siapa yang sebenarnya bertaqwa."
(SurahAn-Najm : 32)

"Janganlah engkau memalingkan muka dari para manusia sebab kesombangan dan janganlah berjalan di bumi dengan takabbur, sesungguhnya Allah itu tidak suka kepada setiap orang yang sombong dan membanggakan diri."
(Surah Luqman 1)

Renunug-renungkan

Waallahualam
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kalamul Hikmah

"Hidupnya Jiwa Adalah Kerana ILMU, Maka Rebutlah ILMU, Matinya Jiwa Adalah Kerana Kejahilan, Maka,Hindarilah Kejahilan. Biar Zaman Berubah, Tetapi Hati tidak Goyah, Silakan Masa Berganti, Tetapi Keyakinan Jangan Mati, Ia adalah Intan Paling Mahal, Berharga dan Permata Penyeri Jiwa.
Jaga Iman Kukuhkan Hati Demi Islam yang Hakiki..."